Kapolda Banten Cek Kesiapan Brimob Hadapi Dinamika Kamtibmas
Kapolda meminta kerusakan maupun kekurangan perlengkapan segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Pemeriksaan sarana dan prasarana juga diinstruksikan dilakukan secara berkala, sedikitnya sekali dalam sebulan.
“Kalau ada yang kurang, segera laporkan. Kalau ada yang rusak, segera kita tindak lanjuti untuk diperbaiki. Jangan menunggu sampai peralatan tersebut dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.
Selain perlengkapan, kemampuan personel menjadi bagian yang ditekankan. Anggota Satbrimob diminta rutin menjalani latihan, termasuk penguasaan formasi, komando, penggunaan perlengkapan, pengendalian massa (Dalmas), hingga penanggulangan huru-hara.
Dalam menghadapi massa di lapangan, Hengki mengingatkan personel agar tidak mudah terprovokasi maupun mengambil tindakan berdasarkan emosi.
“Jangan mudah terpancing provokasi, jangan bertindak karena emosi. Setiap langkah harus berdasarkan perintah, situasi dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Hengki mengatakan kesiapan personel dan peralatan tersebut bukan ditujukan untuk menunjukkan kekuatan kepolisian, melainkan sebagai langkah memastikan perlindungan terhadap masyarakat ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan khusus.
“Seluruh kesiapan personel, kemampuan dan peralatan yang kita miliki bukan untuk menunjukkan kekuatan, tetapi untuk memastikan masyarakat mendapat perlindungan demi mewujudkan Banten yang aman,” katanya.
Ia juga meminta jajaran Satbrimob Polda Banten mempertahankan soliditas, disiplin dan profesionalisme dalam menghadapi perkembangan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten.