TANGERANG - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk melahirkan berbagai inovasi yang mampu menjawab persoalan dan kebutuhan di lingkungan masing-masing.
Menurut Andra, inovasi yang tumbuh dari masyarakat hingga tingkat desa sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
“Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, serta penghargaan setinggi-tingginya kepada para inovator dari seluruh kabupaten/kota yang telah menghadirkan berbagai gagasan dan karya untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Andra saat menutup Gelar TTG XX dan Lomba TTG Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Eco Plaza, Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Andra memberikan apresiasi terhadap sejumlah karya inovatif masyarakat. Di antaranya kompor berbahan bakar oli bekas, kayu sintetis dari limbah pertanian, aplikasi e-Posyandu, hingga genset mini berkapasitas 1.500 watt.
Ia meyakini Gelar TTG yang dipadukan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat mendorong semakin banyak desa di Banten naik status menjadi desa maju dan mandiri.
Saat ini, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Banten, terdapat 99 desa mandiri, 378 desa maju, dan 701 desa berkembang.
“Pemprov Banten terus mendukung penguatan kapasitas pemerintah desa, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan yang berkeadilan hingga ke tingkat desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden Prabowo untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan,” katanya.
Pemprov Banten Kucurkan Rp148 Miliar untuk Desa
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan desa, pada 2026 Pemprov Banten menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp120 juta untuk masing-masing desa. Bantuan tersebut menyasar 1.238 desa dengan total anggaran mencapai Rp148 miliar.