Kamis, 5 November 2026
Kiriman Pengguna

RABU, Gerakan Literasi Pagi di SMKN 1 Cilegon untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa

BAGIKAN:
RABU, Gerakan Literasi Pagi di SMKN 1 Cilegon untuk Tingkatk...
0
RABU, Gerakan Literasi Pagi di SMKN 1 Cilegon untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa
Kegiatan Literasi RABU (Rajin Baca Buku)

Cilegon, 26 Agustus 2026 — Membaca buku menjadi salah satu kegiatan yang mewarnai pagi hari di SMKN 1 Cilegon. Melalui program RABU (Rajin Baca Buku), sekolah berupaya menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Program RABU dilaksanakan setiap hari Rabu pada pukul 07.00–07.30 WIB, sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada waktu tersebut, peserta didik mengikuti agenda pagi yang telah dibagi menjadi dua kegiatan, yakni apel pagi dan membaca buku.

Peserta didik yang mendapatkan jadwal membaca diwajibkan membawa buku bacaan dari rumah. Buku yang dibawa bukan merupakan buku paket dan harus sesuai dengan ketentuan sekolah. Selama kurang lebih 30 menit, peserta didik diberikan kesempatan untuk membaca secara mandiri dalam suasana yang tenang.  

“RABU ini kita buat karena kemampuan literasi dan numerasi anak-anak masih perlu ditingkatkan,” ujar Pak Ujang Dindin.

Program ini tidak sekadar ditujukan untuk meningkatkan frekuensi membaca. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah, kemampuan literasi dan numerasi peserta didik masih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian. Karena itu, sekolah menghadirkan RABU sebagai salah satu upaya untuk merespons kondisi tersebut.

Kegiatan membaca juga diharapkan dapat membantu peserta didik menghadapi proses pembelajaran yang membutuhkan kemampuan memahami informasi secara utuh. Dalam hasil wawancara disebutkan bahwa kemampuan literasi yang masih perlu ditingkatkan salah satunya terlihat dari kemampuan peserta didik dalam memahami soal, sehingga pembiasaan membaca menjadi salah satu langkah yang dilakukan sekolah.

Selain menjadi bagian dari penguatan literasi, RABU juga menjadi bentuk pembiasaan positif bagi peserta didik. Dengan pelaksanaan yang dilakukan secara rutin setiap minggu, sekolah berusaha menjadikan aktivitas membaca bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan kebiasaan yang dapat terus berkembang.

Ketentuan mengenai bahan bacaan turut diperhatikan. Peserta didik diarahkan untuk memilih buku yang sesuai dengan lingkungan pendidikan dan nilai-nilai sekolah. Buku yang mengandung unsur SARA, politik, pornografi, kekerasan, maupun konten lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan peraturan sekolah tidak diperbolehkan untuk dibawa dalam kegiatan.

Kegiatan RABU menjadi salah satu program baru di bidang kesiswaan SMKN 1 Cilegon. Dalam hasil wawancara, program tersebut disebut sebagai bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dengan melibatkan pendampingan guru MGMP dan wali kelas.

Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, SMKN 1 Cilegon terus mendorong peserta didik untuk menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan. RABU pun diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak berkelanjutan dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.

Tak Perlu Takut Biaya, Sekolah Rakyat Pandeglang Siapkan Pendidikan Gratis bagi Ratusan Anak
Artikel Selanjutnya

Tak Perlu Takut Biaya, Sekolah Rakyat Pandeglang Siapkan Pendidikan Gratis bagi Ratusan Anak

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi berita-rakyat.com.
Kontributor: WULANDARI WULANDARI
Diterbitkan: 29 Agustus 2026, 21:31 WIB · Diperbarui: 29 Agustus 2026, 22:25 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini