Sehari-hari, Saruri bekerja sebagai kuli bangunan. Dengan penghasilan yang harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi dirinya.
Kini, putrinya, Nur Hikmah, dapat mengenyam pendidikan jenjang SMP di SRT 1 Kabupaten Pandeglang.
“Saya merasa senang. Di sini semua gratis, jadi saya tidak terlalu memikirkan biaya sehari-hari anak di sekolah,” ungkap Saruri.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat memberikan ketenangan tersendiri bagi keluarga. Ia tidak lagi terlalu khawatir memikirkan kebutuhan biaya sekolah putrinya.
Harapan serupa juga disampaikan Saruri untuk anak keduanya yang saat ini masih duduk di kelas 3 SD. Ia berharap kelak anak keduanya juga memperoleh kesempatan bersekolah di SRT 1 Kabupaten Pandeglang.
Cerita hampir sama datang dari keluarga siswa lainnya. Seorang ibu asal Desa Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, mengaku bersyukur putrinya, Kirania Iktiba, mendapat kesempatan belajar di jenjang SMP SRT 1.
Baginya, pendidikan bukan sekadar soal mendapatkan nilai akademik. Pendidikan juga menjadi proses panjang untuk membentuk karakter dan kemandirian seorang anak.
“Terima kasih, saya bersyukur. Mudah-mudahan anak saya betah, bisa dibimbing dan dibina menjadi anak yang mandiri dan berguna bagi lingkungan sekitarnya,” tuturnya.