PALEMBANG – Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dinilai semakin penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan ketenteraman dan ketertiban, Satlinmas juga dituntut mampu menjadi garda terdepan dalam membantu perlindungan masyarakat di tingkat kewilayahan.
Untuk memperkuat peran tersebut, lima gubernur menginisiasi pembentukan Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas). Gubernur Banten Andra Soni menjadi salah satu inisiator dalam pembentukan organisasi tersebut.
Andra Soni mengatakan, kehadiran Aslinmas diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi, tugas, dan peran Satlinmas melalui peningkatan kapasitas para anggotanya.
Hal itu disampaikan Andra saat menghadiri Apel Akbar Satlinmas dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Jakabaring, Palembang, Jumat (28/8/2026).
Menurut Andra, Satlinmas bukanlah institusi baru. Keberadaannya telah melewati perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia. Bahkan pada masa awal kemerdekaan, unsur perlindungan masyarakat memiliki keterkaitan dengan konsep pertahanan rakyat semesta.
“Satlinmas adalah instrumen penting yang telah ada sejak lama. Bahkan, pada masa awal kemerdekaan, Linmas menjadi salah satu bagian dari pertahanan rakyat semesta,” ujar Andra.
Seiring perubahan zaman, peran Linmas kemudian berkembang. Jika sebelumnya lebih banyak dikaitkan dengan aspek pertahanan dan keamanan masyarakat, kini tugasnya semakin diarahkan pada fungsi perlindungan masyarakat, ketenteraman, dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Andra menilai pengabdian anggota Satlinmas selama ini semakin mendapatkan apresiasi. Dengan jumlah personel yang mencapai lebih dari satu juta orang di seluruh Indonesia, Satlinmas memiliki potensi besar sebagai kekuatan sosial dan kewilayahan.