Senin, 14 September 2026
Official - Lapas Kelas III Bandanaira

Antisipasi Gempa, Lapas Bandanaira Perkuat Koordinasi dengan BMKG Bandanaira

BAGIKAN:
Antisipasi Gempa, Lapas Bandanaira Perkuat Koordinasi dengan...
0
Antisipasi Gempa, Lapas Bandanaira Perkuat Koordinasi dengan BMKG Bandanaira

‎Banda Naira, INFO_PAS - Mengantisipasi potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Kepulauan Banda, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandanaira, Kamis (27/8).

‎Koordinasi tersebut menjadi langkah preventif Lapas Bandanaira untuk memastikan kesiapsiagaan petugas dan Warga Binaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi yang merupakan salah satu ancaman kebencanaan di laut Banda.

‎Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan kesiapsiagaan bencana merupakan bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan seluruh penghuni Lapas.

‎"Keselamatan petugas dan Warga Binaan menjadi prioritas kami. Karena itu, kami perlu memastikan langkah-langkah antisipasi telah dipersiapkan dengan baik, termasuk melalui koordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi dan edukasi yang tepat terkait potensi gempa," ujar Samad.

‎Menurutnya, koordinasi dengan BMKG tidak hanya dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kegempaan, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan pemahaman petugas mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa.

‎"Kami ingin seluruh jajaran memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kita dapat meminimalkan risiko dan mengambil tindakan secara cepat serta terukur," tambahnya.

‎Sementara itu, Kepala BMKG Bandanaira, Carisz Kainama, menyampaikan bahwa masyarakat, termasuk lingkungan Lapas, perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi mengingat gempa dapat terjadi tanpa dapat diprediksi secara tepat waktu.

‎"Gempa bumi tidak dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi. Yang dapat kita lakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan, memahami informasi kegempaan, serta mengetahui langkah penyelamatan yang benar ketika gempa terjadi," jelasnya.

‎Ia juga mengapresiasi langkah Lapas Bandanaira yang aktif membangun koordinasi dengan BMKG sebagai bentuk mitigasi bencana. 

‎"Koordinasi seperti ini sangat penting. Kami siap mendukung melalui penyampaian informasi dan edukasi kebencanaan agar jajaran Lapas maupun Warga Binaan memiliki pemahaman yang baik dalam menghadapi potensi gempa," ungkapnya.

‎Melalui koordinasi tersebut, Lapas Bandanaira berkomitmen untuk terus memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh petugas dan Warga Binaan dapat terlindungi apabila terjadi kondisi darurat.

‎Lapas Bandanaira juga akan terus mendorong peningkatan pemahaman jajaran terkait mitigasi bencana, sehingga setiap potensi keadaan darurat dapat dihadapi dengan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. (Humas/LT

Hendak Bersihkan Toren, Warga Cikeusal Tewas di Dalam Bak Penampungan Air
Artikel Selanjutnya

Hendak Bersihkan Toren, Warga Cikeusal Tewas di Dalam Bak Penampungan Air

Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi berita-rakyat.com.
Kontributor: Humas Bandanaira
Diterbitkan: 28 Agustus 2026, 08:54 WIB · Diperbarui: 28 Agustus 2026, 14:22 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini