Rahmat mengatakan, kebutuhan penanganan kawasan permukiman di Banten masih cukup besar. Hal itu terlihat dari jumlah usulan masyarakat yang masuk untuk mendapatkan program peningkatan kualitas rumah dan lingkungan.
"Usulan yang masuk sampai saat ini sudah mencapai sekitar 8.000. Kami akan melakukan verifikasi secara detail, termasuk kesesuaiannya dengan desil dan luas lahannya," katanya.
Ia menegaskan, program tersebut akan terus dioptimalkan sesuai arahan Gubernur Banten. Pelaksanaannya dilakukan melalui sinergi dengan DPRD Banten serta berbagai pemangku kepentingan agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Menurut Rahmat, program penataan kawasan kumuh tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Perbaikan rumah, jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas umum diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Warga Rasakan Manfaat
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat penerima bantuan.
Rasim (76), salah satu penerima bantuan, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan pembangunan rumah. Ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh rumah layak huni.
"Saya merasa terbantu juga. Mudah-mudahan rumah yang lain terbangun juga, ya. Insyaallah, supaya merata," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kurniawan (28), penerima bantuan RTLH lainnya. Ia mengaku bersyukur karena rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah dapat ditempati dengan lebih layak dan nyaman.
"Alhamdulillah, saya senang atas semua bantuannya. Rumah yang tadinya tidak layak huni, alhamdulillah sekarang sudah bisa dihuni dengan layak," ujar Kurniawan.