Kesembilan nama dengan perolehan suara tertinggi tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai anggota AHWA terpilih dalam rangkaian Muktamar NU ke-35.
AHWA Punya Posisi Strategis
Penetapan anggota AHWA menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35. AHWA memiliki posisi strategis dalam mekanisme kepemimpinan organisasi, termasuk dalam proses penentuan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
AHWA juga menjadi forum para ulama dan kiai yang memiliki peran penting dalam menjaga arah kepemimpinan serta nilai-nilai keagamaan dan organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Hasil pemilihan kali ini menempatkan sejumlah kiai sepuh dan tokoh senior NU dari berbagai daerah serta pesantren dalam jajaran AHWA.
Di antaranya terdapat ulama yang berasal dari lingkungan pesantren Ploso dan Lirboyo, serta sejumlah tokoh NU dari berbagai wilayah di Indonesia.
Perolehan suara KH Nurul Huda Djazuli menjadi yang tertinggi dalam proses tersebut. Dengan 485 suara, ia unggul delapan suara atas TGK KH Nuruzzahri Yahya yang berada di posisi kedua dengan 477 suara.