Yassierli mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menargetkan program pelatihan vokasi dapat menjangkau hingga 330 ribu orang.
Sejumlah bidang prioritas telah disiapkan, di antaranya welding, green skill, smart operation, agroforestry, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), keterampilan digital, hingga hospitality.
“Jadilah generasi ke depan yang benar-benar kompeten dan memiliki daya saing, siap bekerja tidak hanya di skala nasional, tapi juga di skala global, internasional,” pungkas Yassierli.