Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan konferensi, termasuk panitia dan anggota PWI Kabupaten Tangerang.
Hendra menilai perbedaan pilihan yang muncul selama proses pemilihan merupakan sesuatu yang lumrah dalam organisasi. Karena itu, setelah proses konferensi berakhir, seluruh anggota diminta kembali menyatukan langkah dan mengesampingkan perbedaan yang muncul selama kontestasi.
Baginya, tidak ada lagi kelompok yang menang maupun kalah setelah pemilihan selesai. Seluruh wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Tangerang memiliki tanggung jawab yang sama untuk membawa organisasi menjadi lebih baik.
"Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Setelah konferensi selesai, tidak ada lagi nomor satu, nomor dua, ataupun kelompok-kelompok. Kita semua adalah PWI Kabupaten Tangerang," ujar Hendra.
Kepemimpinan baru tersebut juga dibarengi dengan sejumlah agenda yang telah disiapkan Hendra untuk periode 2026–2029.
Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya peningkatan kompetensi wartawan, penguatan kelembagaan dan struktur organisasi, perlindungan serta advokasi profesi, hingga peningkatan kesejahteraan anggota.
Menurut Hendra, organisasi profesi wartawan harus mampu memberikan manfaat nyata kepada seluruh anggotanya. PWI tidak hanya menjadi tempat berkumpul para wartawan, tetapi juga harus menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta mendorong kemajuan profesionalisme jurnalistik.
Ia berkomitmen menjadikan PWI Kabupaten Tangerang sebagai organisasi yang terbuka bagi seluruh generasi wartawan.